Prahara Mr. Pelican

Nyamuk haus darah dan pembawa penyakit menyerang Jonggol

Mr. Pelican memacu mobilnya ke arah tenggara Jakarta. Bagaikan kesetanan, dia nyaris tidak pernah mengangkat kakinya dari pedal paling kanan. Dia menuju Istana Jonggol. Rupanya, dia berhasil lolos dari pantauan para pengawal raja karena keluar lewat pintu dan jalur lain di The Tower Kemayoran.

Mr. Pelican merasa harus melakukan sesuatu yang efektif untuk meruntuhkan kerajaan Jonggol. Setelah gagal menguasai pikiran dan jiwa Raja Jonggol, dia merasa sudah saatnya untuk menyerang dengan cara lain, sebuah cara yang kasar, namun mungkin efektif. Ah, dia tahu serangan ini sebenarnya tidak sepenuhnya efektif, karena ada seseorang yang sangat penting yang tidak akan terpengaruh, Putri Jonggol, yang hingga kini bahkan belum dapat ditemukan oleh orang-orang Mr. Pelican. Namun, dia memutuskan untuk tetap melakukannya, terlebih lagi setelah melihat keunggulan Raja Jonggol di meja bundar.

Di saku dalam jasnya, terdapat sebuah botol berukuran sedang. Mr. Pelican meraba dadanya untuk memastikan botol itu masih ada.

Tiba-tiba mobil diarahkannya mendekati sebuah gerbang yang sangat besar, gerbang Istana Jonggol. Para penjaga yang sudah mendapat kabar dari kepala pengawal bahwa ada kemungkinan masuknya penyusup yang lolos dari The Tower Kemayoran, segera bersiap-siap dengan senjatanya masing-masing. Namun, baru saja mereka akan bergerak menuju mobil, Mr. Pelican sudah melemparkan sesuatu ke arah gerbang dan timbul ledakan yang cukup besar. Gerbang besi itu bahkan terlempar cukup jauh. Mobil Mr. Pelican pun langsung menerobos masuk, sedangkan para penjaga tak sadarkan diri terkena ledakan.

Sementara itu, dari The Tower Kemayoran, Sang Raja dan ketujuh pengawalnya meluncur ke arah Jonggol. Mereka pun berpacu sekencang-kencangnya dengan sebuah Porsche Cayman SS dan Ferrari F101.

Sayangnya, Mr. Pelican telanjur masuk ke halaman istana, setelah memacu mobilnya di jalan lurus sepanjang tiga kilometer dari gerbang besar. Para petugas keamanan istana langsung menghadangnya dengan serentetan tembakan, tetapi ternyata Mr. Pelican cukup tangguh. Bahkan, petugas keamanan tidak sanggup menghadapi serangan balasan mantan agen rahasia ini.

Barulah ketika para pengawal raja menghadapinya, Mr. Pelican kewalahan. Namun, dia belum berhasil dibekuk karena berlindung di balik dinding sambil terus melancarkan tembakan dengan pistol otomatisnya yang seolah tak akan kehabisan peluru. Pada saat itulah, seorang pengawal raja berhasil mendekati posisi Mr. Pelican tanpa diketahuinya. Pengawal itu membawa sebuah tombak panjang, lalu melemparkannya ke arah Mr. Pelican. Tak bisa dicegah, tombak Pangeran Diponegoro itu menembus tubuh Mr. Pelican dari bahu belakang hingga ke depan.

Namun, sebelum terjatuh ke tanah, dia sempat mengambil botol dari saku jasnya dan melemparkannya ke udara, sambil berteriak, “Ini untuk rajamu dan semua orang di tempat ini! Kalian akan musnah!”

Para pengawal segera berlari dan melompat untuk menangkap botol itu agar tidak jatuh dan pecah. Naluri mereka mengatakan isi botol itu sangat berbahaya. Namun, terlambat, botol itu jatuh dan saat itu juga terbang ribuan serangga dari pecahan botol. Serangga-serangga itu langsung menyerang semua orang yang ada di sekitarnya. “Awas! Ada nyamuk-nyamuk ganas!” teriak para pengawal yang diikuti dengan gerakan lari berlindung ke dalam ruangan-ruangan yang ada di istana.

Namun, sayangnya, nyamuk-nyamuk beringas itu telanjur menyebar secara luas. Bahkan, kini mulai tak dapat dilihat karena tidak lagi bergerombol.

Jasad Mr. Pelican masih tergeletak di tanah ketika Raja Jonggol dan tujuh pengawalnya tiba. Raja segera memerintahkan para petugas istana untuk mengurus jenazah itu dan menguburkannya secara layak. Kemudian raja memasuki istana untuk menemui permaisurinya.

Berlanjut ke Cerita 18

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s